Sampai saat ini, aplikasi Android memiliki prilakunya sendiri. Dibeberapa Chromebook, aplikasi Android Nougat setalah dijalankan akan berjalan pada orientasi telephone, terkadang ukurannya berubah dan pada layar desktop berjalan pada tampilan window.
Bagi yang belum memakai aplikasi Android Nougat, semua aplikasi dijalankan full screen atau mode tablet.
Selain itu, di opsi Developer Android Anda dapat menyeting aplikasi tidak dijalankan pada mode ponsel, tablet atau full screen dan memaksakan ukuran window.
Oh iya, salah satu yang paling menyebalkan ialah tidak bisa menggunakan aplikasi Android di display yang diperluas, prilaku ini membuat penerapan Android terasa paling tidak kohensif.
Beruntung, pihak Google telah menanggapi hal ini dan sedang melakukkan beberapa tambahan untuk membuat tampilan yang diperluas jauh lebih mudah dikelola.
Pertama, Android Apps kini dengan bebas dipindahkan ke semua layar, Anda dapat menyeret aplikasi secara memas ke mana saja sesuai keinginan. Sebelumnya Android hanya terkunci pada tampilan utama Chromebook. Dan ini membuat pengalaman Android menjadi setengah matang.
Kedua, Anda juga bisa membuka aplikasi pada layar extended, asalkan Anda menutupnya ditempat terakhir kali dibuka. Misalnya jika Anda terakhir kali membuka Aplikasi Kine Master di layar extended, setelah aplikasi ditutup dan dibuka kembali, aplikasi Kine Master akan muncul dilayar extender juga.
Inilah yang saya sebutkan prilaku tidak kohesif tadi, tapi lebih masuk akal jika Saya menglik icon aplikasi, maka aplikasi juga seharusnya muncul di layar saya mengklik icon tersebut.
Semoga kedepan pengalaman penggunaan Android Chrome OS lebih terasa lebih nyaman seperti apa yang dijanjikan Google.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *