
Setelah mengumumkan rencana mereka merevolusi pasar smartphone dengan chips AI onboard , Arm kembali lagi ingin memberikan kontribusi mereka untuk mencetak masa depan kartu SIM.
Arm berencana untuk mengintegrasikan kartu SIM (Subscriber Identity Module) langsung ke prosesor melalui desain prosesor baru mereka yang disebut Kigen. Perusahaan menyebutnya teknologi iSIM atau SIM terintegrasi.
Anda mungkin pernah mendengar tentang teknologi eSIM (embedded SIM) yang juga menghilangkan kartu SIM eksternal dari perangkat. Dalam kedua kasus tersebut, perangkat dapat diprogram ulang untuk bekerja pada jaringan operator yang berbeda.
Sebenarnya, iSIM sesuai dengan spesifikasi SIM GSMA dan menambahkan modul keamanan berbasis hardware onboard. Namun, bedanya adalah eSIM diimplementasikan dengan menambahkan chip yang terpisah pada perangkat, sedangkan iSIM akan dibangun ke dalam prosesor itu sendiri.
Teknologi iSIM utamanya ditujukan untuk perangkat IoT dimana kekurangan penyimpanan menjadi perhatian yang lebih besar di smartphone. Perangkat dapat dikonfigurasi untuk mendukung jaringan 2G, 3G, dan 4G yang ada . Hal ini juga dapat mendukung teknologi 5G yang akan datang dan jaringan yang berfokus pada IoT seperti NarrowBand IoT dan LTE-M.
iSIM dapat dilihat sebagai upaya untuk menghadirkan konektivitas seluler ke sebagian besar perangkat IoT compact dengan berbagai faktor bentuk sambil mengurangi biaya dan meningkatkan keamanan. Perusahaan riset Machina memperkirakan dalam laporan tahun lalu mereka bahwa sekitar 4,4 miliar perangkat IoT dengan konektivitas seluler akan ada pada tahun 2025.
Walaupun dalam waktu dekat kita akan melihat perangkat IO bertenaga iSIM bermunculan di pasar pada akhir tahun, namun tidak ada kejelasan kapan teknologi ini akan diterapkan pada smartphone. Mudah-mudahan, hal ini bisa segera terjadi.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *