
Tentu, kemampuan kecerdasan buatan jauh lebih tinggi daripada hanya sebagai asisten suara dan robot yang membuat backflips. Manusia selalu menginginkan beberapa teknologi yang bisa membaca pikiran mereka. Beberapa usaha telah dilakukan sejauh ini.
Dengan dimulainya tahun 2018 Para ilmuwan di Laboratorium Saraf Komputasi ATR Computational di Jepang telah menciptakan sebuah sistem berbasis AI yang mampu melakukan rekonstruksi citra dari dalam aktivitas otak manusia.
Sederhananya, membaca pikiran kita tanpa benar-benar mengetahui apa yang kita pikirkan. Nah, apa artinya sistem AI tidak bisa melihat di dalam otak kita atau hal-hal yang sedang kita bayangkan. Dibutuhkan bantuan gelombang otak (data MRI) untuk menebak apa yang sedang kita pikirkan dan menggambar gambar dari situ. Misalnya, sebuah surat atau bentuk.
Untuk melatih AI mereka, para peneliti memberinya makan dengan gelombang otak subyek manusia setelah menunjukkannya gambar. Selama 10 minggu, mereka mengumpulkan data aktivitas otak secara real-time dan juga dengan membuat subjek manusia memvisualisasikan apa yang telah mereka lihat di masa lalu.
Masih butuh perbaikan bagi AI untuk menyempurnakan dalam hal membaca pikiran. Tapi di masa depan, sistem yang lebih maju bisa membuka cara mode komunikasi baru. Mungkin, yang tidak mengharuskan kita berbicara atau bahkan memberi isyarat tangan. Mungkin ada banyak aplikasi. Misalnya, teknologi semacam itu bisa digunakan untuk membantu orang yang kesulitan dalam berbicara. Silahkan baca lebih lengkapnya file halaman penelitian .
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *